Persaingan menghadirkan AI terpintar 2026 semakin memanas. Sejumlah perusahaan teknologi global berlomba mengembangkan model kecerdasan buatan dengan kemampuan penalaran yang semakin canggih. Tidak hanya menghadirkan fitur baru, mereka juga aktif menunjukkan performa model AI melalui berbagai pengujian benchmark untuk membuktikan kualitas teknologi yang dimiliki.
Salah satu pengujian yang menarik perhatian dilakukan oleh Tracking AI, platform independen yang fokus membandingkan kemampuan berbagai model AI populer. Hasil pengujian tersebut kemudian divisualisasikan oleh Visual Capitalist dalam bentuk infografis yang mudah dipahami publik.
Hasil Tes IQ Model AI Terbaru
Dalam pengujian April 2026, Tracking AI menggunakan tes IQ Mensa Norwegia untuk mengukur kemampuan logika dan pola visual dari berbagai model AI. Sebanyak 26 model AI dari sejumlah perusahaan teknologi ikut diuji dalam beberapa versi berbeda.
Hasilnya cukup mengejutkan. Grok-4.20 Expert Mode dan OpenAI GPT-5.4 Pro versi Vision berhasil meraih skor tertinggi, yaitu 145 poin. Kedua model tersebut akhirnya menempati posisi pertama secara bersamaan dalam daftar AI terpintar 2026.
Sementara itu, Gemini 3.1 Pro Preview berada tepat di bawahnya dengan skor 141 poin. Nilai tersebut meningkat dibanding pengujian tahun sebelumnya yang hanya mencapai skor tertinggi 135.
Model AI China Mulai Menyaingi Amerika
Persaingan teknologi AI kini tidak hanya didominasi perusahaan asal Amerika Serikat. Beberapa model AI dari China juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengujian terbaru.
Qwen 3.5 buatan Alibaba berhasil masuk 10 besar dengan skor 130 poin. Selain itu, DeepSeek R1 dan DeepSeek V3 turut masuk daftar model AI terpintar 2026.
Berikut beberapa model dengan skor tertinggi:
- Grok-4.20 Expert Mode — 145
- OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) — 145
- Gemini 3.1 Pro Preview — 141
- OpenAI GPT-5.4 Thinking (Vision) — 139
- OpenAI GPT-5.3 — 136
- Qwen 3.5 — 130
- Claude 4.6 Opus — 130
Cara Pengujian AI Terpintar 2026
Tes Mensa Norwegia yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari 35 soal pola visual. Model AI berbasis teks menerima soal dalam bentuk deskripsi verbal, sedangkan model vision mendapatkan gambar asli tanpa perubahan.
Tracking AI juga menerapkan aturan tambahan apabila model menolak menjawab. Pertanyaan yang sama akan diulang hingga 10 kali, dan jawaban terakhir digunakan sebagai hasil penilaian.
Meski hasil ini menarik perhatian dunia teknologi, skor IQ belum bisa menjadi penilaian mutlak terhadap kemampuan AI secara keseluruhan. Tes tersebut hanya mengukur kemampuan mengenali pola dan penalaran logis, bukan kreativitas atau pemahaman kontekstual secara penuh.
Namun demikian, perkembangan AI terpintar 2026 menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan berkembang sangat cepat dan akan terus memainkan peran besar di berbagai sektor kehidupan manusia.